Pages

Subscribe:

Kamis, 15 September 2011

TANAH DI INDONESIA


1. Histosols ( histos : jaringan tanaman, solum: tanah )
ü              Bahan induk/ Faktor pembentuk tanah:
o   Bahan organik yang di dekomposisi dari jaringan tanman.
ü              Persebaran:
o   Riau, Sumatra, Kalimantan tengah, Kalimantan barat, Sumatra selatan.

2. Entisols ( tanah mineral yang masih muda )
ü             Bahan induk/ Faktor pembentuk tanah:
o   Sedimen vulkanik, batuan kapur, metamorfik.
ü             Persebaran :
o   Papua, Kalimantan tengah, Sumatra selatan, dan NTT.

3. Vertisol
ü              Bahan induk/ Faktor pembentuk tanah:
o   Iklim kering
ü             Persebaran :
o   NTT, Jawa timur, NTB, Sulawesi selatan, Jawa tengah.

4. Andisol
ü             Bahan induk/ Faktor pembentuk tanah:
o   Endapan vulkanik
ü  Persebaran:
o   Sumatra utara, Jawa timur, Jawa barat, Jawa tengah, Maluku.

5. Alfisols (mediteran)
ü              Bahan induk/ Faktor pembentuk tanah:
o   Batu kapur, tuvo, lahar, bahan organik
ü   Persebaran :
o   Jawa, Sumatra, Kalimantan, Papua, Bali,  Nusa tenggara, Sulawesi,  Papua.


6. Inceptisols
ü              Bahan induk/ Faktor pembentuk tanah:
o   Batuan beku, Sediman atau metamorf asam atau basa
ü   Papua, Kalimantan timur, Kalimantan tengah, Maluku.

7. Mollisols
ü              Bahan induk/ Faktor pembentuk tanah:
o   Bahan organik, batuan kapur
ü   Papua, NTT, Maluku, Kalimantan timur, Sulawesi tengah, Jawa timur.

8. Ultisols
ü              Bahan induk/ Faktor pembentuk tanah:
o   Tanah berwarna kuning merah dan mengalami pencucian
ü              Persebaran :
o   Kalimantan timur, Papua, Kalimantan barat, Kalimantan tengah, Riau.
o   ( total luas sekitar 45, 79 juta ha atau 24, 3 %  dari luas lahan Indonesia )

9. Oxisols
ü              Bahan induk/ Faktor pembentuk tanah:
o   Al, Fe
ü              Persebaran :
o   Sumatra selatan, Papua, Kalimantan tengah, Kalimantan barat, Jambi, Lampung.
o   ( total luas sekitar 14, 11 juta ha atau 7,5 % dari luas daratan Indonesia.)
 10. Spodosols

ü    Persebaran :
o   Kalimantan tengah, Kalimantan barat, kalimantan timur.
o   ( total luas sekitar 2, 16 juta ha atau 1 % dari luas daratan Indonesia)

SNORKELING

     
         Snorkeling is a great way to see life under water. You float on the top of  the water breathe through a snorkel. On end the snorkel tube fits in your mouth, and the other end sticks above the water. But you must be a good swimmer to do the snorkeling.
          Because snorkeling only requires basic equipments, most people find it easier to take up than scuba diving, which requires specialized equipments and training . The two activities differ in that snorkelers do not take air thanks underwater with them to enable them to breathe. Instead, snorkelers hold their breath while underwater and breathe only while at the surface.
          The primary swimming tecnique used by snorkelers is the free dive, also called a breath-hold dive. To make a free dive, snorkelers take a deep breath of air through at the snorkel, bend their bodies down at the waist, and kick their feed up. This actions forces their bodies underwater, and they can descend in a straight line.
          Once the diver begins to run out of breath, he or she swims back up to the surface. By exhaling, or blowing strongly, the diver clears water that has enterd the snorkeltube during the dive. The diver can then take another breath through the snorkel and resume floating at the surface without liftig the head above water.
          Without snorkel, the diver would bob up and down on the surface and be hit by waves while struggling to breathe; in addition, the diver might lose sight of underwater objects of interest. By using a snorkel and remaining face down, the diver can easily float overs the waves while continuing to breathe and maintaining focus on underwater objects.         




ART


          We call lots of thing art today. We use the term visual arts to describe the arts we can see. Painting, sculpture, and architecture have long been the major visual arts in Europe and North America. Today, we include photography, furniture, pottery, jewelry, and many other arts and craft among the visual arts.
          Sometimes we speak of the fine arts-other form of expressions that appeal to our sense of beauty and form. This broader category includs literature, music, and dance, in addition to the visual arts.
          Painting, sculpture, and architecture have all been around for a long time. We tend to consider them the most important forms of art.
          People painted ang drew on the walls of caves during the Stone Age, as long as 32,000 years ago. They made pictures of animals-probably the animals they hunted for food.
          Over time, artist started painting different subjects. They painted landscapes, portraits of people, religious figures, and still lives(fruits, flowers, and other objects that don’t move).
          Sculpture is as old as painting. The first sculptures we know about are small figure. The human figure remained the most popular subject of sculpture until the 20th century. Today, sculptors are concerned more with the materials of sculpture than with subjects. They even make sculptures out of  junk and other objects they find lying around.
           

PENGGOLONGAN INFLASI


1.       Berdasarkan sumber timbulnya inflasi
a.       Inflasi yang berasal dari dalam negeri.
b.      Inflasi yang berasal dari luar negeri.
2.       Berdasarkan cakupan pengaruh kenaikan harga
Jika kenaikan herga harga secara umum hanya berkaitan dengan beberapa barang tertentu secara kontinu disebut inflasi tertutup ( closed inflation), dan apabila kenaikan harga terjadi secara keseluruhan disebut inflasi terbuka ( open inflation), sedngakan apabila serangan  inflasi demikian hebat nya dan setiap harga-harga terus berubah dan meningkat sehingga orang tidak dapat menahan uang lebih lama disebabkan nilai uang terus merosot disebut inflasi yang tidak terkendali ( hyper inflation)
3.    Berdsarkan parah atau tidak nya inflasi
a.       Inflasi ringan ( dibawah 10% setahun )
b.      Inflasi sedang ( antara 10%-30% setahun )
c.       Inflasi berat ( antara 305-100% setahun )
d.      Inflasi tak terkendali ( ditas 100 setahun)
Apabila inflasi itu ringan justru mempunyai pengaruh yang positif dalam arti dapat mendorng perekonomian untuk berkembang lebih baik, yaitu meningkatkan pe dapatan nasional dan membuat orang menjadi bergairah untuk bekerja, menabung, dan mengadakan investasi.

PENGERTIAN INFLASI


     Inflasi adalah suatu ke adaan yang mengakibatkan naiknya harga secara umumatau proses meningkatnya harga-harga secara umum dan terus menerus (kontinu) . Dengan kata lain , inflasi merupakan proses menurunnya nilai uang secara kontinu . inflasi merupakan proses suatu peristiwa dan bukan tinggi rendah nya tingkat harga . Artinya , tingkat harga yang di anggap tinggi belum menunjukkan inflasi, dianngap inflasi jika terjadi proses kenaikan harga yang terus-menerus dan saling pengaruh- mempengaruhi. Di dalam definisi inflasi tersebut tercakup tiga aspek penting, yaitu :
a.       Adanya  kecenderungan harga-harga untuk meningkat
b.      Peningkatan harga tersebut berlangsung secara terus –menerus.
c.       Mencakup pengertin tingkat harga umum.

Rabu, 14 September 2011

Penyebab Global Warming


Faktor penyebab Global Warming dapat kita jumpai sangat dekat dengan keseharian kita. Mulai dari hal-hal kecil; misalnya AC (air conditioner) dan Lemari Pendingin Makanan atau Freezer. Freon, salah satu bahan yang terdapat di kedua benda tersebut, secara tidak sadar menjadi bahan yang merusak bagi lapisan ozon. Namun sebenarnya yang paling merusak dari kesemua bahan-bahan emisi adalah Karbon. Dalam bahasa inggrisnya carbon emision adalah sebuah bahan yang sangat merusak lapisan ozon layer atau lapisan ozon karena carbon inilah yang paling reaktif mengikat oksigen yang ada di ozon untuk bereaksi. Tiga faktor yang paling mempengaruhi yaitu :

1. Efek rumah kaca

Segala sumber energi yang terdapat di Bumi berasal dari Matahari. Sebagian besar energi tersebut berbentuk radiasi gelombang pendek, termasuk cahaya tampak. Ketika energi ini tiba permukaan Bumi, ia berubah dari cahaya menjadi panas yang menghangatkan Bumi. Permukaan Bumi, akan menyerap sebagian panas dan memantulkan kembali sisanya. Sebagian dari panas ini berwujud radiasi infamerah gelombang panjang ke angkasa luar. Namun sebagian panas tetap terperangkap di atmosfer bumi akibat menumpuknya jumlah gas rumah kaca antara lain uap air, karbon dioksida dan metana yang menjadi perangkap gelombang radiasi ini. Gas-gas ini menyerap dan memantulkan kembali radiasi gelombang yang dipancarkan Bumi dan akibatnya panas tersebut akan tersimpan di permukaan Bumi. Keadaan ini terjadi terus menerus sehingga mengakibatkan suhu rata-rata tahunan bumi terus meningkat. Gas-gas tersebut berfungsi sebagaimana gas dalam rumah kaca. Dengan semakin meningkatnya konsentrasi gas-gas ini di atmosfer, semakin banyak panas yang terperangkap di bawahnya.

2. Efek umpan balik

Efek umpan balik karena pengaruh awan sedang menjadi objek penelitian saat ini. Bila dilihat dari bawah, awan akan memantulkan kembali radiasi infra merah ke permukaan, sehingga akan meningkatkan efek pemanasan. Sebaliknya bila dilihat dari atas, awan tersebut akan memantulkan sinar Matahari dan radiasi infra merah ke angkasa, sehingga meningkatkan efek pendinginan. Umpan balik penting lainnya adalah hilangnya kemampuan memantulkan cahaya (albedo) oleh es. Ketika suhu global meningkat, es yang berada di dekat kutub mencair dengan kecepatan yang terus meningkat. Bersamaan dengan melelehnya es tersebut, daratan atau air di bawahnya akan terbuka. Baik daratan maupun air memiliki kemampuan memantulkan cahaya lebih sedikit bila dibandingkan dengan es, dan akibatnya akan menyerap lebih banyak radiasi Matahari. Hal ini akan menambah pemanasan dan menimbulkan lebih banyak lagi es yang mencair, menjadi suatu siklus yang berkelanjutan.



3. Variasi Matahari

Variasi Matahari selama 30 tahun terakhir.
Terdapat hipotesa yang menyatakan bahwa variasi dari Matahari, dengan kemungkinan diperkuat oleh umpan balik dari awan, dapat memberi kontribusi dalam pemanasan saat ini. Perbedaan antara mekanisme ini dengan pemanasan akibat efek rumah kaca adalah meningkatnya aktivitas Matahari akan memanaskan stratosfer sebaliknya efek rumah kaca akan mendinginkan stratosfer. Pendinginan stratosfer bagian bawah paling tidak telah diamati sejak tahun 1960, yang tidak akan terjadi bila aktivitas Matahari menjadi kontributor utama pemanasan saat ini. (Penipisan lapisan ozon juga dapat memberikan efek pendinginan tersebut tetapi penipisan tersebut terjadi mulai akhir tahun 1970-an.) Fenomena variasi Matahari dikombinasikan dengan aktivitas gunung berapi mungkin telah memberikan efek pemanasan dari masa pra-industri hingga tahun 1950, serta efek pendinginan sejak tahun 1950.



Mengenai Saya

Foto saya
SMAN 9 Bandar Lampung'10 | DIII Akuntansi Sekolah Tinggi Akuntansi Negara(STAN)'13